Membentengi Umat Dari Bahaya ISIS, Dan RADIKALISME – Ust. Mahful Safaruddin Lc

Kajian bermanfaat dalam format rekaman bisa anda simak dan download. Kajian ini live pada 23 Januari 2015 pukul 16.00 yang disampaikan oleh Ustadz Mahful Safaruddin Lc dengan bahasan tema “Membentengi Umat Dari Bahaya ISIS, Dan RADIKALISME” di Aula Studio Radio Tazkiyah FM.

Hendaknaya kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunianya, lebih khusus nikmat hidayah.

Banyak orang menginginkan hidayah, seperti yang diminta dalam sholat yaitu  اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ “ihdinaash shiraathaal mustaqiim”  Tunjukilah kami jalan yang lurus.

Al Imam Ibn Qayyim Al-Jawziyyah mengatakan jalan di sebut  الصِّرَاطَ apabila menganandung beberapa ciri:

  1. Jalan Yang Luas
  2. Lurus
  3. Terang
  4. Mengantarkan Sampai Tujuan

Allah SWT mengatakan didalam surat Al-An’am mengatakan:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

Wasiat yang Allah SWT berikan kepada umat manusia, Allah SWT akhiri wasiat tersebut dengan firmannya (وَأَنَّ هَذَا) dan sesungguhnya ini Allah SWT memakai isyarat dekat “ini” yang menunjukkan jalan Allah SWT itu dekat, mudah dan jelas.

Permasalahan yang menjadikan agama islam itu membingungkan orang yaitu manusia itu sendiri.

Selengkapnya Bisa Anda Simak dan Download Kajian Membentengi Umat Dari Bahaya ISIS, Dan RADIKALISME – Ust. Mahful Safaruddin Lc

Wasiat Perpisahan Rosulullah saw – Ust Rizal Yuliar Putrananda lc

Bisa anda simak dan download kajian Bermanfaat  yang disampaikan oleh Ust Rizal Yuliar Putrananda lc dalam pembahasan “Wasiat Perpisahan Rosulullah saw” kajian ini disiarkan secara langsung di studio Radio Tazkiyah pada hari Sabtu  22  Muharam 1436 H  pukul 16.15 wib. 

di antara wasiat Rosulullah saw

عَنِ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللّٰـهُ عَنْهُ قَالَ :صَلَّـىٰ بِنَا رَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا ، فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيْغَةً ؛ ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ ، وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ ، قَالَ قَائِلٌ : يَا رَسُوْلَ اللّٰـهِ ! كَـأَنَّ هٰذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ ، فَـمَـاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا ؟ فَقَالَ : «أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللّٰـهِ ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِـيْرًا ، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْـخُلَفَاءِ الْـمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ ، تَـمَسَّكُوْا بِـهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ ، وَإِيَّاكُمْ وَمُـحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ ، فَإِنَّ كُلَّ مُـحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Diriwayatkan dari al-‘Irbâdh bin Sâriyah Radhiyallahu anhu bahwa ia berkata, “Suatu hari Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami, kemudian beliau menghadap kepada kami, lalu memberikan nasehat kepada kami dengan nasehat yang membekas pada jiwa, yang menjadikan air mata berlinang dan membuat hati menjadi takut, maka seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullâh! Seolah-olah ini adalah nasehat dari orang yang akan berpisah, maka apakah yang engkau wasiatkan kepada kami?’ Maka Rasulullâh n bersabda, ‘Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertakwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian sepeninggalku, niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafâr Râsyidîn yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian setiap perkara yang baru (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid‘ah, dan setiap bid‘ah itu adalah sesat.